Sejak dulu
aku menyadari aku terlahir dengan hormon seksual yang berbeda dengan sebagian
besar manusia di dunia yang memang makhluk seksual.
Mari bicara
tentang diriku sendiri sejak masa lalu. Sejak ingatanku yang pertama, tepatnya
pada umurku yang sekitar tiga tahun, aku sudah mengalami apa yang dikemukakan
Freud sebagai 'kebangkitan seksual' yang pertama: membayangkan apa yang
disembunyikan di antara kedua kaki paman
atau lelaki yang lebih tua lainnya. Saat itu tidak pernah terbayang dalam
pikiranku mengenai bentuknya atau apa yang dapat dilakukan dengan itu, namun
ada satu ingatan kuat yang masih dapat kuingat sampai sekarang, bahwa barang
itulah yang membedakan laki laki dengan
perempuan, bahwa membicarakan tentang itu adalah sesuatu yang dilarang.
Dan yang
gila, aku tahu ada 'kenikmatan' tersembunyi didalam selangkangan yang tertutup
itu. Kenikmatan tidak kumiliki.
Kemudian aku
juga sadar bahwa perbedaan antara laki- laki dan perempuan dileburkan saat ada
'pernikahan'. Bagaimana terdapat sesuatu yang ganjil, dua orang yang telah
menikah selalu tidur dalam satu ranjang. Ada apa dengan tidur? Kenapa teman
cowokku nggak boleh masuk di dalam kamar? Kenapa temen cewekku malah
diperbolehkan? Padahal Putu lebih menyenangkan daripada Fitri atau Vindi?
Kemudian bagaimana dengan suatu dorongan yang selalu kurasakan dengan kuat
setiap orang tuaku pergi, seperti, "wah, orangtuaku pergi, aku bisa main
dengan ekstrim dan bebas yay~" selalu ada suatu rasa tertentu pada dasar perutku. Dipikir
pikir, aku tidak pernah salah menyebutkan cewek sebagai ngganteng dan cowok
sebagai cantik pada masa kecilku, aku tidak pernah sekalipun menganggap gender
sama bahkan sejak aku masih sangat muda. Aku masih ingat betapa Putu masih juga
belum dapat membedakan cowok dan cewek saat umurnya sudah menginjak 5 tahun.
Aku lahir di
persaudaraan cewek, tidak memiliki satupun saudara kandung lelaki, jadi
sebenarnya kemungkinan pertumbuhan 'kesadaran seksual'-ku seharusnya super
minimum. Memang aku memiliki kecenderungan untuk berteman dengan cowok tetangga
depan rumah pada umur sebelum sekolah dasarku, dan aku juga nggak jarang mandi
bareng sepupu cowok ,yang dulu, satu- satunya ku. Tidak ada insiden yang
berarti sepanjang yang kuingat. Cuma main bareng dengan tingkat kebahagiaan
yang super tinggi
Beranjak
dewasa, rasa menyenangkan yang timbul pada dasar perut ini semakin kusadari.
Kemudian tanpa pengetahuan yang berarti mengenai 'perbedaan genital' ata
Itu tentang
dasar 'laki- laki' dan 'perempuan'. Sekarang aku ingin menyatakan betapa
kesadaran seksualku ini sedikit lebih menyimpang dari yang disebut oleh kalangan BDSM sebagai vanilla
relationship.
Pernah suatu
kali dalam masa kecilku, aku masih balita saat itu dan tinggal dengan ibuku,
yang berarti umurku saat itu masih sekitar 2 sampai 3 tahun. Ada teman mainku,
umurnya sedikit lebih muda dariku; masih belum begitu lancar berjalan, tapi
dalam pikiranku saat itu ia sudah lumayan besar. Aku mengganggunya dengan
menjauhkan mainan dari dirinya. Saat itu anak itu tengkurap di kursi panjang,
aku menjatuhkan mainannya jauh dari dia kemudian menyuruhnya mengambil mainan
itu. Tidak cukup itu saja, aku juga memegangi kaki dan tangannya. Dia
menggeliat- geliat untuk mendapatkan
mainannya. Aku merasa sangat terhibur dan merasakan suatu kenikmatan tertentu
melihat bagaimana restrain yang kupakai buat anak itu, wajah tersiksanya, wajah
berusaha keras meraih itu. Tanpa mengetahui bahwa DAT facegasm itu termasuk
salah satu fetish .
Kemudian,
aku tahu dengan sadar ada lubamg ketiga dalam selangkanganku, bukancuma pipis
dan eek aja, bahkan lubang ini memiliki rasa, dan terus terang aku merasa
sangat terganggu dengan itu sejak kelas dua SD. Tapi kenyataan bahwa dalam keluargaku aku sudah dikenalkan bahwa
hal yang berbau seksual adalah vulgar dan memalukan, aku tidak pernah
menyinggungnya lagi
Menilik
sejarahku yang secara parsial tapi keseluruhan ini mempengaruhi hidupku, tanpa
terelakkan lagi aku jadi bertanya- tanya, apakah sebenarnya I'm perv by nature,
apakah aku selama ini melawan arus yang diinginkan tubuhku ? Apakah kemalasanku
take a very different life path for me? Apa selama ini aku bertemu orang- orang
yang salah, atau simply memilih pilihan- pilihan yang salah dalam jalur
hidupku?
Bagaimana
cara memperbaiki ini? Bagaimana cara mengembalikan lagi kesalahan ruteku ini
ke arah yang seharusnya? Ke jalur yang
lurus? Bagaimana menjadi individu di masyarakat yang membantu dengan
kemampuanku? Dan mengenai kemampuanku, mana bakatku? Mana kemampuanku?
How I can be
such aspiring lady I admired so
much since back in my old days?
Dalam
kenangan samarku di masa lalu aku ingat bahwa aku pernah bermimpi tentang
menjadi Hikaru dalam magic knight rayearth, berlawanan dengan idolaku saat itu
yaitu umi dan kakaknya Fuumiko, serta tokusatsu ksatria baja hitam. Aku ingat
merasa ada yang sangat salah dengan sailor moon dan tidak prnah menyukainya,
tapi mungkin aku lebih tumbuh menjadi Usagi dengan otak kosong dan kantong air
mata penuhnya. Masalahnya, aku tidak tumbuh menjadi cewek kurus yang merasa
gemuk.
Aku tumbuh jadi oversized girl (lol)
